Dinkes Aceh Selatan Laksanakan Sosialisasi dan Kampanye MR

Kategori : Government Rabu, 11 Juli 2018

       Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan, Rabu, 11 Juli 2018 melaksanakan Pertemuan dan Sosialisasi dalam rangka Pelaksanaan Kampanye Measles Rubella (MR) di Aula Hotel Dian Rana Tapaktuan. Menurut Sekretaris Dinkes Kab. Aeh Selatan, Halizan Ismail SE, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kerjasama dengan lintas program dan lintas sektor tentang pentingnya imunisasi rutin dan lanjutan. Acara ini dihadiri oleh Pejabat Dinkes Aceh Selatan, Anggota DPRK Komisi C, Kapolres Aceh Selata, Dandim 0107 Aceh Selatan, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Yuliddin Away, Dinas Terkait, Camat 18 Kecamatan, Dokter Puskesmas dan Bidan Koordinator.
         Kampanye MR dibuka oleh Bupati Aceh Selatan yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zaini Bakri, S.Sos Dalam sambutannya Bupati Aceh Selatan menyatakan bahwa di Aceh Selatan, jumlah kasus klinis campak sebanyak 8 kasus, sedangkan kasus Rubella yang positif dan konfirmasi laboratorium sebanyak 1 kasus. Untuk itu pemerintah dan orang tua berkewajiban memberikan upaya kesehatan terbaik demi tumbuh kembang anak dan terhindar dari berbagai jenis penyakit.
        Narasumber Kampanye MR adalah Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A (K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh dan Helmi, SKM., MPH., dari Seksi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Aceh. Narasumber menguraikan bahwa Campak merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk atau bersin. Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk dan/atau filek dan/atau kunjungtivis, tetapi akan sangat berbahaya bila disertai dengan komplikasi pneunomia, diare, meningitis dan bahkan menyebkan kematian. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan imunitas tidak terbentuk.
         Selanjutanya Narasumber juga menguraikan bahwa Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang wanita hamil trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital pada bayi yang baru dilahirkan. Di Indonesia rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32